Saturday, May 14, 2016

APAKAH BENAR PASIR HISAP DAPAT MENENGGELAMKAN SESEORANG??

KERTAS KOSONG - Seseorang mendapati dirinya terperosok kedalam genangan lumpur. Lumpur tersebut ternyata bukan lumpur biasa. Perlahan-lahan tubuh orang tersebut semakin tenggelam di dalam genangan lumpur sedikit demi sedikit. Lumpur tersebut seakan mempunyai daya hisap yang sangat kuat sehingga orang tersebut tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya. Itu tadi merupakan salah satu adegan yang cukup mainstream dalam beberapa film untuk menggambarkan kematian seseorang akibat pasir hidup. 
 
Jika kita bisa memilih mengenai cara mati kita nanti, tentu salah satu yang akan kita hindari adalah mati akibat terhisap pasir hidup. Membayangkan diri kita hanya bisa meronta,  berteriak minta tolong dengan  harapan ada seseorang yang datang menyelamatkan kita, dan tanpa kita sadari tubuh kita tenggelam semakin dalam ke dalam lumpur dan lama-kelamaan akan mati karena kehabisan nafas sudah merupakan bayangan kematian yang mengerikan.
 
Tapi benarkah pasir hisap dapat menenggelamkan seseorang secara kejam seperti yang digambarkan dalam film? Untuk menjawab pertanyaan berikut ada baiknya kita melihat riset mengenai pasir hidup oleh seorang ilmuwan bernama Van der Wasayman dari lembaga riset Universitas Amsterdam, Belanda. Menurut Wasayman, gambaran pasir hidup menenggelamkan seseorang seperti dalam sebuah film terlalu berlebihan dan hanya dramatisasi saja oleh seniman film. Jika seseorang tenggelam ke dalam pasir hidup, paling-paling orang tersebut akan tenggelam sampai sebatas pinggang. Pada dasarnya, pasir hidup merupakan pasir biasa yang bercampur dengan air sehingga ikatan antar partikelnya berkurang dan tidak mampu lagi menahan beban. Pasir hisap ini seringkali ditemukan di delta atau pinggiran sungai-sungai besar.

Ilmuwan lain, Daniel Bonn dari Universitas Amsterdam, Belanda pernah dikejutkan dengan keterangan seorang gembala ketika berada di daerah Iran yang mengatakan bahwa di daerah sekita ada pasir hidup yang pernah menenggelamkan seekor unta. Dengan sedikit tidak percaya, Bonn-pun memutuskan mengambil sampel pasir tersebut untuk diteliti komposisinya. Setelah diteliti, lumpur tersebut merupakan campuran dari tanah liat berkualitas tinggi, garam dan air. Dengan komposisi tersebut, Bonn bersama tim-nya kemudian melakukan percobaan dengan membuat maket pasir hidup. Setelah melakukan percobaan beberapa kali, mereka akhirnya mendapati bahwa pasir tersebut perlu waktu beberapa hari untuk menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya.
 
Sumber : Anehdidunia.com

No comments:

Post a Comment